Jumat, 11 Maret 2016

Hidrologi Hutan



Laporan Praktikum Lapangan: Hidrologi Hutan

ANALISIS DEBIT AIR SUNGAI, LAJU INFILTRASIDAN IDENTIFIKASIKARAKTERISTIK VEGETASIDI SEKITAR DAERAH ALIRAN SUNGAI PENA
Oleh
Hartati Balasteng
04341411043



Kelompok 5

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS KHAIRUN
TERNATE
2016
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Praktikum              : Analisis  Debit Air, Laju Infiltrasi, dan Identifikasi Karakteristik Vegetasi di Sekitar DAS Pena
Kelompok                        :V(lima)
Program Studi                 : Kehutanan
Fakultas                           : Pertanian
Laporan praktikum ini merupakan salah satu syarat untuk melengkapi hasil praktikum dan untuk pemberian nilai dari mata kuliah yang bersangkutan, terhitung :
Tanggal                       : 3 Januari
Tahun                          : 2016


Menyetujui,
Dosen Pengampuh


Fahdlan DA K. Hamdja, SP.,M.Si






KATA PENGANTAR

Segala puji hanya kepunyaan ALLAH SWT dan hanya dengan izin dan kuasa-Nya, maka penulisan laporan praktikium yang berjudul“Analisis Debit Air  Sungai, Laju Infiltrasidan IdentifikasiKarakteristik VegetasiDi Sekitar Daerah Aliran Sungai Pena” dapat terselesaikan. Laporan ini merupakan tugas mata kuliah “Hidrologi”. Laporan ini merupakan inovasi pembelajaran untuk memahami secara mendalam mengenai berbagai macam Siklus DAS dan karaktersistik vegetasi di areal air pena
   Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi untuk kesempurnaan laporan ini. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian




Ternate, 03 Januari 2016


                                                                                         Hartati Balasteng









DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................... ii
KATA PENGANTAR................................................................................................. iii
DAFTAR ISI............................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL........................................................................................................ vi
 I.   PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2 Tujuan Praktikum..................................................................................... 1
1.3 Manfaat Praktikum................................................................................... 2
 II.  TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Air Pena.................................................................................................... 3
2.2 Debit Air.................................................................................................. 4
2.3 Laju Infiltrasi............................................................................................ 4
2.4 Identifikasi Vegetasi................................................................................ 5
 III. METODE PRAKTIKUM
3.1Tempat dan Waktu.................................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan........................................................................................ 6
3.3 Metode Praktikum.................................................................................... 6
3.4 Prosedur Kerja.......................................................................................... 6
3.5 Variabel Pengamatan................................................................................ 7
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil......................................................................................................... 8
4.2 Pembahasan.............................................................................................. 14
 V.  KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan............................................................................................... 16
5.2 SARAN.................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
a.       Nama-Nama Kelompok......................................................................................... 17
b.      Layout .................................................................................................................. 18
c.       Perhitungan............................................................................................................ 19
d.      Dokumentasi.......................................................................................................... 21
e     Kartu Asistensi Praktikum...............................................................................22




                                                    



DAFTAR TABEL

Tabel                           Teks                                                                 Halaman
1. Hasil Pengukuran Debit Air........................................................... ............8
2. Hasil Laju Infiltrasi........................................................................ ...........10
3. Hasil Jumlah Vegetasi.................................................................... ...........10
4.  Hasil vegetasi tingkat pohon......................................................... ...........12





I.           PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
Kebutuhan manusia akan air sangatlah besar. Jika kita melihat dari segi penggunaan, maka air tidak pernah lepas dari segala aspek kehidupan manusia.Mulai dari hal kecil, seperti air minum untuk melepas dahaga hingga kincir air yang dimanfaatkan sebagai penghasil energi listrik.Kualitas air yang bagus ditentukan oleh pH air tersebut. Bila pH air berkisar 7 maka kualitas air tersebut bagus dan air itu belum terkontaminasi senyawa-senyawa yang mengandung logam berat yang dapat menyebabkan air tidak layak lagi untuk dipakai atau dipergunakan oleh manusia atau organieme lain karena menyebabkan kematian.
Perairan umum adalah bagian permukaan bumi yang secara permanen atau berkala digenangi oleh air, baik air tawar, air payau maupun air laut, mulai dari garis pasang surut terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami ataupun buatan. Perairan umum tersebut diantaranya adalah sungai, danau, waduk, rawa, goba, genangan air lainnya (telaga, kolong-kolong dan legokan). Beberapa faktor tersedianya air antara lain curah hujan, kelembaban, penguapan, angin, suhu dan udara.
Debit air adalah volume air yang mengalir melalui suatu penampang melintang pada suatu titik tertentu (sungai/saluran/mata air) per satuan waktu, pada umumnya dinyatakan dalam m³/s. Pengukuran debit air sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus air
Infiltrasi merupakan proses masuknya air karena vertikal kedalaman tanah melaluli permukaan tanah. Kecepatan infiltrasi tersebut dinyatakan dengan sejumlah air yang masuk ke dalam tanah melalui permukaan tanah per satuan waktu (jam) per satuan luas permukaan.
Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tumbuhan yang menempati suatu ekosistem.Hubungannya dengan kepentingan praktis, menyangkut sumberdaya air di atas laha,.Wisler dan Brater (1959) mendefinisikan hirologi sebagai ilmu yang mempelajari proses-proses yang mempengaruhi pengurangan (depletion) dan penambahan (replenishment) sumber-sumber air di bumi.Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari air dengan segala bentuknya (cair, padat, gas) pada, dalam, dan diatas permukaan tanah.Hirologi Hutan adalah merupakan suatu ilmu fenomena yang berkaitan dengan air yang dipengaruhi oleh penutupan hutan.hidrologi terapan dengan lingkup operasionalnya adalah daerah aliran sungai (DAS) terutama yang bervegetasi hutan atau yang dapat berfungsi sebagai vegetasi hutan sertadaerah yang dipengaruhi oleh kawasan tersebut.DAS adalah suatu wilayah daratan yang secara topografik dibatasi oleh punggung-punggung gunung yang menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkannya ke laut melalui sungai utama

1.2  Tujuan Dan Manfaat Praktikum
Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui jumlah air yang dapat digunakan oleh manusia, untuk pengembangan pertanian terutama daerah basah, sebagai kawasan ekowisata, dan mengetahui vegetasi yang ada di sekitar DAS Pena serta menghitung kerapatan pohon di sekitar DAS tersebut dan manfaatnya adalah kami dapat mengetahui bagaimana menghitung debit air sungai, melihat laju infiltrasi sekitar DAS Pena, dan mengidentifikasi vegetasi yang ada di sekitar DAS Pena.Sebagai sumber informasi dan sumber refenrensi
















II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kondisi Wilayah Tidore Kepulauan
Wilayah Kota Tidore Kepulawaan Meliputi sebagian daratan pulau halmahera pada bagian barat dan gugus pulau tidore yang secara astronomis berada antara 0°47’20’LU– 000’12’’LS dan 127018’15’’–127049’20’’BT. Berbatasaan dengan 5 kabupaten/kota,yakni kota ternate, kabupaten halmahera barat, kabupaten halmahera timur, kabupaten halmahera tengah dan kabupaten halmahera selatan. Dengan luas wilayah ±2.793,686 km2 yang terbagi atas daratan ±1.680,296 km2 (60,15%) dan laut ±1.113,391 km2 (39,85%) dengan panjang garis pantai ±219,75 km.
2.2 Kondisi Wilayah Praktikum
Kecematan Oba Kelurahan Payahe merupakan kelurahan yang berbatasan dengan sebelah barat berbatasan dengan Desa Kosa, setelah utara dengan perbukitan, sebelah timur dengan perbukitan, dan sebelah selatan berbatasan dengan laut. Di Kelurahan Payahe terdapat salah satu sungai yang bernama air Pena. Air Pena terletak pada lintang timur 127044’64’’ dan lintang utara 0020’48,5’’. Air Pena dapat di gunakan untuk praktikum analisis debit air sungai, laju infiltrasi, dan indentifikasi karakteristik vegetasi di sekitar air tersebut. Karena, tempatnya bagus dan aman serta arusnya yang tidak terlalu deras dan kedalaman sungainya kurang lebih 100 cm dan di sekitar air pena terdapat pula vegetasi yang beragam serta tanaman budidaya.

2.3 Debit Air
Debit air adalah jumlah air yanga mengalir dalam satuan volume per waktu.Debita adalah satuanbesaran air yang keluar dari Daerah Aliran Sungai (DAS).Satuan debit yang digunakan adalah meter kubik per detk (m3/s).Debit aliranadalah laju liaran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai/ satuan waktu (Asdak,2002).
Pengukuran debit air sungai menggunakan metode apung((floating method).Caranya dengan menempatkan benda yang tidak dapat tenggelam di permukaan aliran sungai untuk jarak tertentu dan mencatat waktu yang diperlukan oleh benda apung tersebut bergerak dari satu titik pengamatan ke titik pengamatan lain yang telah ditentukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya debit air sungai adalah intensitas hujan , lamanya hujan , bentuk dan kemiringan lereng, karakter geologi terutama jenis dan struktur tanah , keadaan tumbuh-tumbuhan dan manusia (Muchtar,2007). Selain debit air dalam praktikum ini membahas juga infiltrasi.

2.3 Laju Ilfitrasi
Infiltrasi adalah proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah. Sedangkan kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum air meresap ke dalam tanah (Haridjaja, Murtilaksono dan Rachman, 1991).Besarnya daya infiltrasi dinyatakan dalam mm/jam atau cm/jam.
Pengukuran laju infiltrasi menggunakan infiltrometer. Infiltrometer merupakan suatu tabung baja silindris pendek, berdiameter besar (atau suatu batas kedap air lainnya) yang mengitari suatu daerah dalam tanah (Seyhan, 1990). Ukuran double ring infiltrometer adalah ring pegukur/ring dalam umunya berdiameter 10-20 cm, sedangkanring bagian luar (ring penyangga/buffer ring) berdiameter 50 cm(Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, 2006). Caranya   Double ring dimasukkan ke dalam tanah sampai sedalam separuh tinggi alat, dengan kedudukan diusahakan tegak lurus serta tanah dalam silinder dijaga jangan sampai rusak atau pecah lalu Permukaan tanah didalam tabung diisi air. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju infiltrasi antara lain:Permukaan tanah, Tekstur tanah, Struktur tanah, Total ruang pori tanah, Cara pengelolaan lahan, Kepadatan tanah, Sifat serta jenis tanaman, bahan organik tanah dan kadar air tanah. Selain debit air dan laju ilfiltrasi terdapat juga vegetasi yang yang mempengaruhi di sekitar debit air dan laju infiltrasi. Di sekitar sungai pasti memiliki tumbuhan atau pohon atau vegetasi untuk mengurangi erosi dan sebagai tempat menyimpan air.

2.3 Identifikasi Vegetasi
Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tumbuhan yang menempati suatu ekosistem.Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu wilayah dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi, sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami pada wilayah tersebut sesungguhnya merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai faktor lingkungan dan dapat mengalami perubahan drastis karena pengaruh anthropogenik (Setiadi, 1984).
Kerapatan adalah jumlah individu suatu jenis tumbuhan dalam suatu luasan tertentu, misalnya 100 individu/ha. Metode yang digunakan dalam identifikasi vegetasi yaitu metode purposive sampling dengan teknik Transek atau Kuarter. Metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Metode ini bisa diartikan sebagai suatu proses pengambilan sampel dengan menentukan terlebih dahulu jumlah sampel yang hendak diambil, kemudian pemilihan sampel dilakukan dengan berdasarkan tujuan-tujuan tertentu, asalkan tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang ditetapkan.yang bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan vegetasi dan perubahan lingkungannya atau untuk mengetahui jenis vegetasi yang ada di suatu lahan secara cepat.















III. METODE PRAKTIKUM
3.1Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pena, Kelurahan Payahe, Kecamatan Oba, Kabupaten Tidore Kepulauan dengan ketinggian tempat Lintang Timur 127׀׀44׀׀64 dan Lintang Utara 0׀׀20׀׀48׀׀.5. Praktikum ini berlansung tanggal 7-8 Novembar 2015 pada pukul 07.00-Selesai WIT.

3.2  Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum yaitu Tali rafia, Meter Roll, Bola Pimpong, Double ring atau infiltrometer, Parang, mistar,  Bambu atau patokan, Stopwatch, Kamera Digital, dan alat tulis menulis sedangkanbahan yang digunakan dalam praktikum adalah  air sungai pena dan vegetasi yang di areal sekitar aliran sungai.
3.3  Metode Praktikum
Metode praktikum yang digunakan dalam menghitung debit air yaitu metode apung dan metode yang digunakan dalam laju infiltrasi adalah metode infiltrometer atau double ring.Sedangkan untuk mengidentifikasi karakteristik vegetasi di sekitar areal DAS Pena menggunakan metode purposive sampling dengan teknik transek atau kuartir.

3.4  Prosedur Kerja
1.      Prosedur Kerja Debit Air
a)    Menentukan tempat aliran sungai yang tepat buat praktikum
b)   Mengukur panjang sungai dengan 5 lintasan masing-masing 1m.
c)    Mengukur jarak lintasan yang sama  masing-masing 5m.
d)   Menentukan lebar pada tiap lintasan dan catat.
e)    Letakkan bola pimpong pada titik awal dan lepaskan. Secara bersamaan memulai stopwatchnya dan menghitung waktu yang ditempuh sampai pada titik akhir. Ulangi hal yang sama pada lintasan 2,3,4 dan 5
f)    Setelah mengetahui waktu yang ditempuh selanjutnya menghitung kecepatan air.
g)   Setelah itu menghitung luas pe\nampang
h)   Setelah mengetahui hasil luas dan kecepatan. Selanjutnya menghitung debit air total hingga per tahun dan catat hasil akhir dari praktikum tersebut.
2.      Prosedur Kerja Laju Infiltrasi
a)      Menentukan areal untuk praktikum.
b)      Setelah mendapatkan areal pengamatan harus mencari tempat yang jauh dari pohon atau akar-akar besar.
c)      Setelah menemukan areal yang pas. Selanjutnya letakkan double ring atau infiltrometer di atas permukaan tanah. Dan masukkan kedalam tanah sampai separuh alat dan permukaan ring harus rata.
d)     Setelah double ringnya pas, masukkan air ke dalam ring tersebut sampai penuh, lalu letakkan mistar dalam ring, kemudian menghidupkan stopwatch sampai 5 menit dan catat jumlah air yang diserap.
e)      Teruskan sampai memiliki nilai yang sama sebanyak 3 kali secara berturut-turut.

3.      Prosedur Kerja Vegetasi
a)      Menentukan daerah atau areal yang akan dijadikan  pengamatan
b)      Membuat plot dengan ukuran 20x20 m. setelah membuat plot 20x20 m, sebelum membuat plot 2x2m, 5x5m dan 10x10m. kita harus melihat terlebih dahulu vegetasi di tingkat semai, pancang, tiang dan pohon
c)      Setelah mengetahui vegetasi di tingkat tersebut. Selanjutnya membuat plot 2x2m tingkat semai, 5x5m tingkat pancang dan 10x10m tingkat tiang.
d)     Kemudian hitung vegetasi yang ada di tingkat semai, pancang, dan tiang. Tetapi, pada tingkat pohon  mengukur jarak dari satu pohon ke pohon yang lain, dan
e)      Catat hasil dari pengamatan tersebut

3.5  Variabel Pengamatan
Menghitung debit air sungai dengan menggunakan variabel pengamatan yaitu, luas penampang dan kecepatan. Pada laju infiltrasi variabel yang di amatiadalah waktu dan kecepatan air diserap. Sedangkan mengidentifikasi karakteristik variabel yang diamati adalah kerapatan dan jumlah vegetasi pada tiap petak ukur atau plot.






IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1Hasil
4.1.  Hasil Pengamatan Debit Air
Pengamatan debit air agar dapat mengetahui adalah jumlah air yanga mengalir dalam satuan volume per waktu. Dan seberpa besar air yang berdapa pada daerah tersebut setiap hari hingga tahun. Untuk dapat mengetahui seberapa besar satuan air yang mengalir dan seberapa besar air terdapa pada daerah tersebut dapat di lihat pada tabel di bawa ini:
Tabel 1. Data Pengamatan Debit Air
No
Lintasan
P (m)
L
(m)
S (m)
t (menit)
A (m2)
V (m/menit)
Q (m3/ menit)
1.
Q1
1
0,2
5
2,37
0,12
2,10
0,252
2.
Q2
1
0,12
5
1,22
0,072
4,09
0,295
3.
Q3
1
0,13
5
1,42
0,078
3,52
0,275
4.
Q4
1
0,17
5
2,16
0,102
2,31
0,236
5.
Q5
1
0,09
5
1,2
0,054
4,17
0,225
Sumber: Data primer di olah,2015
Keterangan:
1.       P = Panjang                                        A = Luas Penampang
2.      L = Lebar                                            V = Kecepatan
3.      S = Jarak                                             Q = Debit Air
4.      t = Waktu
Pengamatan pada tabel di atas menunjukan bahwa  jumlah debit air ( Q ) yang paling cepat terlihat tabel no 2  dengan jumlah 0,295 dan  tidak beda jauh dengan tebel no 3 dengan jumlah debit air  0,275. Dan jumlah debit air ( Q )  yang paling lambat terdapat pada tabel no 5 0,225 namun tidak beda jauh dengan tabel no 4 dengan jumlah debit air 0,236.
4.2 Hasil Laju Infiltrasi
Infiltrasi adalah proses meresapnya air dari permukaan tanah melalui pori-pori tanah dengan menghitung laju infiltasi yang di perlu di perhatikan adalah berapa jam air yang menyerpa tanah dengan waktu yang di tentukan dan jumlah air perliter sehingga hasil laju infiltrasi dapat kita lihat dalam bentuk tabel seperti di bawa ini:
Tabel 2. Data Hasil Laju Infiltrasi

No.
Titik Pengamatan
Laju Infiltrasi(cm/jam)
Waktu (menit)
Jumlah air (ltr)
Kriteria
1
Titik II pengamatan
0.2
5
4.32
Sangat Lambat
0.2
10
0.24
Sangat Lambat
0.2
0.2
15
20
0.24
0.24
Sangat Lambat
Sangat Lambat

Sumber: Data primer di olah,2015
Pengamatan pada tabel di atas menunjukan bahwa laju infltrasi  yang di lakukan pada praktikum  di Desa Payahe menunjkan proses penyerapan air yang masuk ke dalam tanah masi lambat kerena di lihat dari tabel atas pada titik pengamatan lajun infiltrasi hanya 0,2 sedangkan waktu yang di perlukan 5 –20 menit jumlahair /liter  4.32 –0.24 di lihat dari kriteria masi sangat lambat.





4.3 Hasil keragaman Vegetasi tingkat Semai
Keragaman vegetasi tingkat pancang di lihat dari jumlah vegetasi yang berada di dearah areal tersebut dan  vegetasi yang berda pada tingkat tiang yang berdapa di daerah tersebut dapat di lihat pada tabel hasil kergaman vegetasi tingkat panjang di bawa ini.
Tebel 3.  Data Hasil Keragaman Vegetasi Tingkat Semai
No.
Jenis Vegetasi
Jumlah Vegetasi
Kerapatan
Kriteria

1.
Pisang Hutan
8
3
Mulai dari perkecambahan sampai tinggi tumbuhan < 1,5 m

2.
Nanas
3
0,5
Mulai dari perkecambahan sampai tinggi tumbuhan < 1,5 m
3.
Pohon coklat
5
0,45
Mulai dari perkecambahan sampai tinggi tumbuhan < 1,5 m
Sumber: Data Primer diolah,2015
Vegetasi tingkat semai pada tabel di atas menu jukan bahwa jenis vegetasi yang paling banyak di daerah areal air pene adalah pisang hutan dengan jumlah vegetasi 8 sedangkan jumlah vegetasi yang paling sedikit di daerah areal air pena adalah nanas denagn jumlah vegetasi 3.                       














4.4  Hasil Keragaman Vegetasi Tingkat panjang.
Keragaman vegetasi tingkat pancang di lihat dari jumlah vegetasi yang berada di dearah areal tersebut dan  vegetasi yang berada pada tingkat tiang yang terdapa di daerah tersebut dapat di lihat pada tabel hasil keragaman vegetasi tingkat panjang di bawa ini
Tabel 4. Data Hasil Keragaman Tingkat Panjang.
No.
Jenis Vegetasi
Jumlah Vegetasi
Kerapatan
Kriteria
1.
Pohon pala
2
0,52
Tingginya diantara 1,5 m dan diameternya < 10cm.
2.
Pisang Hutan
4
0,02
Tingginya diantara 1,5 m dan diameternya < 10cm.
3.
Pohon bambu
6
0,63
Tingginya diantara 1,5 m dan diameternya < 10cm.
4.
Pohon coklat
1
0,02
Tingginya diantara 1,5 m dan diameternya < 10cm.
Sumber: Data primer diolah,2015
Vegetasi tingkat panjang  pada tabel di atas menu jukan bahwa jenis vegetasi yang  paling banyak di daerah areal air pene adalah  pohon bambu  dengan jumlah vegetasi  6  sedangkan jumlah vegetasi yang paling sedikit di dearah areal air pena adalah pohon coklat  denagn jumlah vegetasi 1.














4.5  Hasil Kergaman Vegetasi Tingkat Tiang
Keragaman vegetasi tingkat tiang di lihat dari jumlah vegetasi yang berada di dearah areal tersebut dan  vegetasi yang berda pada tingkat tiang yang berdapa di daerah tersebut dapat di lihat pada tabel hasil kergaman vegetasi tingkat tiang di bawa ini.
Tabel. 5 Data Hasil Kergaman Vagetasi Tingkat Tiang.
No.
Jenis Vegetasi
Jumlah Vegetasi
Kerapatan
Kriteria
1.
Pohon pala
2
0,03
Memiliki diameter batang < 50 cm.
2.
Kedondong hutan
2
0,05
Memiliki diameter batang < 50 cm.
Sumber: Data primer diolah,2015
Vegatasi tingkat tiang pada tabel di atas menjukan bahwa jumlah vegetasi tingkat tiang di areal air pena  sanagt sedikit  hal ini menunjukan bahwa jenis vegetasi tingkat tiang  sangat minim di bandingkan jenis vegetasi tingkat semai dan panjang dapat di lihat pada tabel 3 dan 4.

















4.6  Hasil Keragaman Vegetasi Pohon
Keragaman tumbuhan dan berbagai macam jenis vegetasi pohon dapat di hitung dari jarak antar pohon yang satu dengan pohon lainyan sehingga kita dapat mengetahui seberapa banyak proses penyimpanan air di daerah tersebut dan hasil kergaman vegetasi dapat di lihat seperti tabel di bawa ini.
Tabel. 6 Data Hasil Keragaman Vegetasi Pohon
NO.

Jenis Vegetasi

Simbol

Jarak pohon
(m)
1                 
2                                            
3                 
4                            
5                  6                  7                 
8                                           
9                  
Pohon bambu 
Pohon ficus
Pohon bambu      
Coklat         
Pohon kedondong
Pohon bambu      
Pohon pala 
Coklat 
Pohon pisang            
D1
D2
D3
D4
D5
D6
D7
D8
D9
3,90
3,90
2
2,30
4
4
5,20
2,05
6,12
Jumlah                                             33,74
Sumber: Data primer diolah,2015
Keragaman vegetasi pohon pada tebel di atas menunjukan untuk mengetahui seberapa banyak air yang tersimpan dalam tanah di lakukan dengan mengukur jarak pohon tersebut. Dan hasil pengukuran dari D1 sampai dengan  D9 dengan jarak pohon  seperti pada data di atas 3,90 –6,12  dengan jumlah keseluruhan 33,74.







4.2Pembahasan
a.      Debit Air
Hidrologi dikemukakan, debit air sungai adalah, tinggi permukaan air sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Pengukurannya dilakukan tiap hari, atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuan waktu. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt).(Todd, D. K., 1980.)
Berdasarkan hasil dari menghitung debit air menggunakan metode apung. Kami dapat memperoleh hasilnya yaitu pada panjang yang sama yaitu 1m dengan jarak 5m namun lebar yang berbeda-beda yaitu 0.2 m, 0.12 m, 0.13 m, 0.17 m, dan 0.09 m. Ternyata, menghasilkan waktu yang di tempuh hingga sampai di ujung pun berbeda yaitu 2.37 menit, 1.22 menit, 1.42 menit, 2.16 menit, dan 1.2 menit. Dan, rata-rata waktu yang di tempuh lumayan cukup lama yaitu 1.67 menit karena dasarnya yang berlumpuh dan berpasir kurang berbatu sehingga arusnya tidak melaju deras. Dan dapat diperoleh jika bola pimpong diletakan pada panjang 1 m dengan jarak yang sama 5 m, namun lebar dan waktu yang berbeda, menghasilkan luas penampang dan kecepatan antar lintasan pun berbeda sehingga menghasilkan debit air total yaitu 1.283 m3/menit. Dari debit air total dapat di peroleh debit air hingga per tahun yaitu  20 ltr/jam,0.83 ltr/hari, 0.119 ltr/minggu, 0.03 ltr/bulan dan 0.003 ltr/tahun.Faktor- faktor menetu debit air adalah  Intensitas hujan ,Pengundulan Hutan dan Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian. ( Reilly, T. E., Goodman. A. S.)

b.      Laju Infiltrasi
Infiltrasi ialah air hujan atau air irigasi yang melalui permukaan tanah dan membasahi  bagian tanah yang trlatif kering merupakan salah satu proses alamiah dasar. Habitat tanaman darat mencakup zona tanah basah yang bersiklus atau tetap (Marshall and
Holmes, 1988). Menurut Asdak, 2002, infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah hujan) masuk ke dalam tanah. Dengan kata lain, infiltrasi adalah aliran air masuk ke dalam tanah sebagai akibat dari gaya kapiler (gerakan air ke arah lateral) dan gaya gravitasi (gerakan air ke arah vertikal). Setelah lapisan tanah bagian atas jenuh, kelebihan air tersebut mengalir ke tanah yang lebih dalam sebagai akibat gaya gravitasi bumi dan dikenal sebagai proses perkolasi
Berdasarkan hasil yang telah dilakukan di Payahe, untuk mengukur laju infiltrasi menggunakan infiltrometer atau double ring. Hasil dari menggunakan pengukuran infiltrometer yaitu pada daerah pengamatan di tepi sungai laju infiltrasinya dari menit pertama yaitu 5 menit sebesar 0,5 cm/jam dengan jumlah air 4,32 ltr dan dari menit kedua sampai 5 menit keempat (15 menit) menghasilkan laju infiltrasi sebesar 0,3 cm/jam dengan jumlah air 0,24 ltr, 0,24 ltr dan 0,24 ltr. Sehingga tergolong kriteria cukup lambat karena lajunya hanya 0,3 cm/jam. Faktor yang mempengaruhi sehingga laju infiltrasinya sangat lambat yaitu tekstur tanah dan kerapatan tanah.Karena pertama tekstur tanah, pada daerah pengamatan tekstur tanahnya itu terdapat akar-akar kecil dan teksturnya kasar sehingga air yang diserap sangatlah sedikit. Dan faktor kedua yaitu kerapatan tanah karena pada saat ingin memasukkan double ring tanahnya sangat keras sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai pada batas yang ditentukan dan itu juga menyebabkan air yang masuk dalam waktu 5 menit hanya menurun 0,3 cm/jam karena tanahnya terlalu rapat sehingga air yang ada susah untuk masuk ke dalamnya.Bila hujan membasahi suatu permukaan tanahyang kering, gaya kapiler yang kuatdiciptakan yang cenderung untuk menarik airkedalam tanah dengan laju yang jenuh lebihtinggi dibandingkan lajuyang dihasilkan darigaya grafitasi saja,meningkatkan air tanah ebabkanpengembangan koloid danmengurangi ruangpori(Subagyo, 1990)

c.       Jumlah Vegetasi dan Kerapatan Pohon
Pengembangan prinsip pengukuran kerapatan tegakan perlu dimengerti dua istilah yaitu stok ( stocking) dan kerapatan tegakan. Stocking adalah sebagai petunjuk jumlah pohon yang kurang subyektif dibandingkan dengan jumlah yang diinginkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sedangkan kerapatan tegakan yaitu sebagai ukuran kuantitatif stok pohon yang dinyatakan secara relatif sebagai koofisien, dengan mengambil jumlah normal, luas bidang dasar atau volume unit, atau secara mutlak dalam istilah jumlah pohon, luas bidang dasr total, atau volume setiap unit areal (Ford-Robinson,1971). Kerapatan yang diperlukan dinyatakan dalam istilah kuantitatif dan hendaknya menggambarkan pengukuran tegakan yang tidak tergantung pada tujuan pengelolaan dan konsisten diseluruh tingkat perkembangan tegakan. 
Pengamatan diatas, dengan menggunakan metode purposive sampling dan teknik transek. Ternyata, pada tingkat semai terdapat pisang hutan sebanyak 6 pohon memiliki nilai kerapatan  3, sedangkan ngaru sebanyak 4 pohon dengan kerapatan 0,5dan salak sebanyak 1 dengan kerapatan 0,45. Pada tingkat pancang yang memiliki nilai kerapatan tertinggi yaitu ngaru dengan nilai kerapatan  0,52 karena memiliki  jumlah vegetasi sebanyak  2 sedangkan yang lain hanya memiliki nilai kerapatan 0,02 karena hanya memiliki masing-masing 1 pohon yaitu pisang hutan, durian dan coklat.  Pada tingkat tiang yang memiliki nilai kerapatan  tertinggi yaitu coklat dan pisang hutan dengan nilai 0,03 dan 0.05 dengan jumlah masing-masing sebanyak 1 dan 3. Hal ini menunjukan rata-rata tinggkat (Odum, 2002) menyatakan bahwa klas semai yang berada dalam hamparan lahan memiliki tingkat dominasi tinggi maka akan mempengaruhi tinggi kerapatan tannah (Bulle darthi)










V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil dari praktikum ini yaitu:
1.      Perktikum bedit air dapat di simpulkan bahwa jumlah air yang berda di daerah air pena sanagat minim setiap tahun.
2.      Perktikum infiltrasi di derah air penah dapat disimpulkan bahwa air yang masuk ke dalam tanah sangat lambat.
3.      Prktikum vegetasi dan kerapan pohon dapat disimpikan bahwa jumlah jenis vegetasi yang di derah air penah yang paling banyak yaitu klas vegetasi pohon dan paling sedikit jenis vegetasi pancang.
5.2  Saran
Saran dari penulis untuk laporan ini adalah semoga laporan ini dapat berguna buat orang lain dan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi. Dan semoga penulis bisa melakukan praktikum di lain tempat yang lebih menyenangkan dan menambah pengalaman serta pengetahuan baru.











DAFTAR PUSTAKA
Ranchman, I. A. 2012. Pedoman Pengamatan Tanah di Lapang. Fakultas Pertanian Universitas Khairun Ternate.Lephair.
Sakinah,nur.2013.Metode Sampling dan Analisis Vegetasi. Dapat di akses http://khinablue.blogspot.co.id/2013/05/metode-sampling-dan-analisis-vegetasi.html. Tanggal di akses 16 November 2015
Alaufa,muhammad.2015.Laporan Praktikum Dasar Ilmu Tanah”Pengukuran Laju Infiltrasi” dapat di akses https://cobacobabuka.wordpress.com/2015/06/01/laporan-praktikum-dasar-ilmu-tanah-pengukuran-laju-infiltrasi/. Tanggal di akses 16 November 2015


















LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Nama-Nama Kelompok :
                                                                   NPM
Ketua          :M Fauzi rizal S.M                  :0434141133              
Anggota     :
1.      Nabila lohor                                       : 0434411070
2.      Hartati balasteng                                : 04341411043
3.      Nur dalifa masud                               :04341411008
4.      Nurjana B.silia                                   :04341411085
5.      Dani rahmady Amir                           :0434141146
6.      Muhammad eko ali                            :04341411xx
7.      Masri umasugi                                    :04341411xx
8.      Arif saifudin                                      :04341411065
9.      Syarul                                                 :04341411xx
10.  Eldi Yunita                                        :04341411xx











Lampiran 2. Layout Petak Ukur Vegetasi
Gambar petak ukur vegetasi
10x10 m
5x5 m
2x2 m
20x20 m









Keterangan : 20x20 m = Tingkat Pohon
 10x10 m = Tingkat Tiang
 5x5 m     = Tingkat Pancang
 2x2 m     = Tingkat Semai


Lampiran 3. Illustrasi Debit Air Pena

Gambar Sungai
                          1m             1m            1m        1m         1m
                          0.2 m          0.12 m0.13m     0.17m       0.09m
                                                                                                                      


Keterangan : 1 m = Panjang lintasan 1,2,3,4 dan 5
0.2 m = lebar lintasan 1
0.12 m = lebar lintasan 2
0.13 m = lebar lintasan 3
0.17 m = lebar lintasan 4
0.09 m = lebar lintasan 5


Lampiran 3. Menghitung Rumuas Debit Air, Infiltasi dan Kerapatan
Rumus Hitungan Debit Air

Jumlah Total





1,283
1200

Jumlah Q(ltr/menit)
Jumlah Q(ltr/jam)
Jumlah Q(ltr/hari)


20



0,83

Jumlah Q(ltr/minggu)







0,119


Jumlah Q(ltr/bulan)






0,03

Jumlah Q(ltr/tahun)






0,003


b. Perhitungan
Rumus Luas Penampang:                                            Rumus Kecepatan :
A = P x L x FK                                                                       V=s/t
A1 = P1 x L1 x FK                                                                    V1 = 5m / 2.37 menit
A1 = 1m x 0.2m x 0.6                                                       = 2.10 m/menit
      = 0.12 m2  
A2 =  P2x l2 x f.k                                                                      V2 = 5m / 1.22 menit
      = 1m x 0.12m x 0.6                                                     = 4.09 m/menit
      = 0.072 m2
A3 = P3xL3xf.k                                                                        V3 = 5m / 1.42 menit
      = 1m x 0.13m x 0.6                                                     = 3.52 m/menit
      = 0.078 m2
A4 = P4xL4xf.k                                                                        V4 = 5m / 2.16 menit
      = 1m x 0.17m x 0.6                                                     = 2. 31 m/menit
      = 0.102 m2
A5 = P5xL5xf.k                                                                        V5 = 5m / 1.2 menit
      = 1m x 0.09m x 0.6                                                     = 4.17 m/menit
     = 0.054 m2
Qtotal=  (V1 x A1) + (V2 x A2) + (V3 x A3) + (V4 x A4) + (V5 x A5)
=  (2.10m/menit x 0.12 m2) + ( 4.09m/menit x 0.072m2) + (3.52m/menit x 0.078m2) +
( 2.31m/menit x 0.102m2) + (4.17m/menit x 0.054m2)
=  (0.252 m3/menit) + (0. 295 m3/menit) + (0.275 m3/menit) + (0.236 m3/menit) +
 (0.225 m3/menit)
= 1.283 m3/menit
= 1.200 m3/menit
         = 1200 ltr/menit
= 20 ltr/jam
= 0.83ltr/hari
=0.119ltr/minggu
= 0.03ltr/bulan
=0,003ltr/tahun

5.      Rumus Hitungan Kerapatan:
Kerapatan = Luasan / (jarak rata-rata)2    Dimana jarak rata-rata= d1+d2+d3+….+dn
                                                                                                                                    N
            Kerapatan =    20 mx20 m                                     Jarak rata-rata= 33,47
                        ( 3,72m)2                                                                     9
                              = 400m2                                                Jarak rata-rata= 3,72 m
                                 13,8384 m2                 = 28,90






Lampiran 4. Dokumentasi
Gambar Debit Air
            Gambar .1                                                            Gambar.2
                                                                        
                                                                        




         
                       Gambar.3















                                                                                                                  
Gambar  Vegetasi
Gambar 1.                                                                   Gamabar.2



                                                                                    


Gamabar.3                                                                   Gamabar 4.